Tampilkan postingan dengan label tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tulisan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Agustus 2018

Tulisan Kosong: BPJS/KIS dan Bekasi Sehat, Rumitkah?

Sesuai dengan judulnya, ini murni pengalaman saya sebagai salah satu pengguna kartu sakti (BPJS/KIS dan Kartu Bekasi Sehat). Sesuai dengan namanya, kartu-kartu ini meringankan biaya para penggunanya dalam berobat. Namun beberapa orangtua mengatakan, menggunakan kartu BPJS/KIS dan Kartu Bekasi Sehat rumit. Benarkah?

==30 Juli 2018==

Sudah satu bulan lebih saya merasakan sakit di pergelangan kaki sebelah kanan. Penyebabnya saya gak tahu apa, pokoknya setiap kali saya solat (pas duduk di antara dua sujud) itu sakit. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk mencoba kartu sakti orang Bekasi, Kartu Bekasi Sehat (KBS).
Singkatnya, saya memutuskan untuk mengunjungi RS Mitra Keluarga Bekasi Barat. Saya datang sekitar jam 8 lewat dan diarahkan ambil nomor antrian di lantai 1 dan dapat nomor 37. Setelah saya tanya-tanya, ternyata nomor baru dipanggil jam 10 pagi. Dan saya baru dipanggil sekitar jam setengah 12. Setelahnya saya ditanya mau ke poli mana dan saya lontarkan, lebih baik ke poli mana dengan masalah pergelangan kaki. Mbaknya bilang coba saya konsultasikan dengan suster dan suster mengarahkan saya ke poli orthopedi. Setelahnya, saya pun ke poli yang dituju dan dokter mengatakan (setelah memeriksa kaki saya) bahwa saya memiliki kaki datar (kaki ya, bukan bumi lol).
Ia bilang itu yang menyebabkan pergelangan kaki saya sering sakit. Setelahnya dia kasih resep obat penghilang nyeri dan anjuran untuk membeli sole sepatu agar kaki saya gak datar lagi. Setelah itu saya pun menebus obat yang tentunya gratis juga di bagian farmasi. Menunggu sekitar satu jam baru saya dapatkan obatnya.

Kesimpulan: Saya sih merasa senang karena pelayanannya masih prima meskipun saya memakai kartu sakti. Mereka gak membedakan yang pakai kartu sakti dan yang bukan. Dan lagi, mereka cukup informatif ketika ditanya soal prosedurnya harus seperti apa dan gimana, dan selalu diarahkan harus ke mana selanjutnya dan seterusnya, jadi kita gak kebingungan. Suka deh!

==8 Agustus 2018==
Seminggu sebelumnya saya didera demam hingga dua hari yang berujung pada radang, batuk dan pilek. Beberapa hari setelahnya, telinga saya rasanya tersumbat. Seperti orang budeg deh pokoknya. Kakak saya kebetulan pernah mengalami hal yang sama, kemudian ia pergi berobat ke RS Anna Medika Bekasi dan menghabiskan dana sekitar 600 ribu rupiah. Saya yang gak mau rugi ini (loh) kemudian mencoba kartu sakti lainnya yaitu Kartu Indonesia Sehat (KIS). Kenapa saya gak pakai KBS lagi aja? Yah, itu karena setelah saya lihat jadwal dokternya gak ada yang jadwalnya sore atau malam (hiks), sedangkan saya harus kerja kan. Kebetulan klinik pertamanya dekat sama stasiun Bekasi.

Saya pun mencoba ke sana dan dibantu dengan petugas kesehatan yang cukup tanggap kali itu. Gak butuh waktu lama, saya pun berkonsultasi dengan dokternya mengenai keluhan yang saya alami. Ia menduga kotoran telinga saya yang menyumbat telinga saya dan perlu dibersihkan. Katanya bisa dibersihkan sendiri pakai alat yang kayak sekop kecil yang ujungnya ada lampu gitu, tapi karena ngeri saya tanya bisa bersihkan sama dokternya gak. Dokter itu bilang bisa ke dokter THT dan menganjurkan saya ke sana pakai KBS aja daripada pakai KIS, soalnya kan kalau KIS harus pakai rujukan dan lain-lain dan lama.

Kemudian, saya diberi resep obat tetes telinga, namun saat saya tebus, apotekernya bilang obat tetes itu gak ada dan saya disuruh cari sendiri. Tapi dia gak kasih resepnya kecuali saya minta (zzz).

Kesimpulan: Pelayanannya okee, saya suka dokternya dia baik banget, bahkan mendengarkan keluhan saya dengan baik dan sabar. Dia juga menjelaskan apa yang terjadi dengan saya dan bahkan gak ragu untuk merekomendasikan saya pakai KBS buat membersihkan kotoran ke poli THT daripada pakai KIS (lol).

== 9 Agustus 2018==
Setelah kegalauan panjang (semalem doang padahal lol), akhirnya saya minta izin ke kantor untuk berobat ke THT. Soalnya ketika saya ambangi dua RS kemarin, yaitu RS Bella dan RS Anna Medika, jadwal praktek dokter THT pagi semua. Jam 10 pagi pun saya ke RS Anna Medika dan menemukan loket pendaftaran KBS dan BPJS/KIS menjadi satu sehingga ramai banget. Jam setengah 12 pun nama saya dipanggil dan saya utarakan mau ke poli THT. Selanjutnya, saya diarahkan ke bagian pendaftaran poli dan menunggu lagi untuk bertemu dokter THTnya. Sekitar jam 12 lewat, nama saya dipanggil dan saya pun ungkapkan keluhan saya. Dokternya langsung memeriksa telinga saya dan mengatakan bahwa tidak ada kotoran di kedua telinga tersebut. Namun, terdapat cairan yang menyumbat di belakang gendang telinga  saya yang disebut radang telinga dalam. Katanya hal itu diakibatkan dari cairan di hidung (ingus) yang naik ke telinga.

Cairan itu bisa sampai ke telinga katanya karena ketika mengeluarkan cairan hidung kita menutup salah satu lubang hidung. Akibatnya, saya jadi tiba-tiba budeg, gitu.

Katanya hal itu biasa terjadi pada orang yang sedang mengalami batuk dan pilek dan bisa hilang sendiri. Tapi kalau sudah dua hari atau lebih, harus segera diperiksa karena takutnya cairan hidung di telinga itu jadi tambah lengket dan sulit untuk dikeluarkan. Kemudian ia memberikan saya obat untuk batuk, pilek, radang, serta obat semprot hidung yang bisa masuk ke dalam telinga lewat saluran hidung.

Ia juga memberikan saya pantangan seperti jangan ke tempat tinggi, jangan berenang, jangan minum dingin, jangan berpergian naik pesawat, jangan ke luar kota kecuali jakarta, jangan mantengin kipas, dan lain-lainnya.

Setelah itu saya dikasih resep untuk tebus obat dan sekitar jam 1 saya mendapatkan obatnya. Yey!

Kesimpulan: Pelayanannya gak beda jauh dengan saat saya di RS Mitra, tetapi yang disayangkan mereka masih serba manual (karton everywhere). Tapi overall oke kok, cuman untuk beberapa poli tertentu harus datang lebih pagi karena memiliki kuota pasien. Bahkan ada ibu-ibu pasien BPJS yang ditolak karena kuota dokter tersebut telah penuh dan dia disuruh antri besok dari jam 5 pagi (wagelase).

Singkatnya, pakai kartu sakti gak seribet dan serumit yang dibayangkan kok. Justru malah untung karena gratis haha. Tapi ada baiknya untuk googling dulu apa aja perlengkapan yang diperlukan sebelum menggunakan kartu sakti tersebut daripada harus bolak-balik. Dari yang saya alami untuk KBS, di RS Mitra membutuhkan satu lembar fotokopi KTP dan KK serta membawa kartu asli KBSnya. Sementara untuk RS Bella dan RS Anna Medika harus menyiapkan dua lembar untuk masing-masing persyaratan ditambah fotokopi KBSnya.

Sekian tulisan kosong kali ini, semoga bermanfaat (semoga yes lolol).

Selasa, 07 Agustus 2018

Review Kosong: Mujhse Dosti Karoge

Ok, saya tau ini film udah lama banget. Bahkan hanya segelintir orang yang tau film ini. Era India sekarang udah jauh terlewat dan sekarang tergantikan oleh drama-drama Korea. Bukannya saya gak demen drama Korea, saya suka tapi dulu. Lanjut cerita, saya tertiba kangen nontonin film India yang dulu saya tonton di stasiun televisi swasta. Tapi sekarang udah jarang banget bisa nonton karena sibuknya pekerjaan (ciye) dan merajalelanya sinetron (gak mutu) Indonesia ups.

Setelah menyimpan beberapa lagu di playlist youtube, saya pun kurang bisa tidur nyenyak karena kangen mau nonton film India (hahaha). Nyoba streaming di mana-mana susahnya minta ampun. Bukan karena jaringannya yang jelek, tapi karena filmnya gak ada di server (hiks). Singkat cerita, akhirnya saya pun berhasil dan nonton. Film India pertama saya setelah sekian lama, berjudul Mujhse Dosti Karoge yang artinya Maukah Menjadi Temanku?
source: google
Judul: Mujhse Dosti Karoge (Maukah Menjadi Temanku?)
Sutradara: Kunal Kohli
Pemain: Hrithik Roshan, Rani Mukherjee, dan Kareena Kapoor
Genre: Romance, Friendship, Drama


Mujhse Dosti Karoge menceritakan tiga orang sahabat, Pooja, Tina, dan Raj. Waktu mereka SD, keluarga Raj harus pindah ke luar negeri dan mereka pun berpisah. Raj yang suka dengan Tina mengatakan mereka harus tetap keep in touch meskipun berpisah dengan cara saling kirim email. Tapi Tina yang gak tertarik dengan Raj mengabaikannya. Alhasil, Poojalah yang sering membalas pesan Raj dengan mengatasnamakan Tina. Singkat cerita, Raj kembali ke India. Pooja pun mengaku pada Tina kalau selama ini ia sering emailan dengan Raj menggunakan namanya, jadi Tina harus berpura-pura. Eh ternyata, Tina jadi suka beneran sama Raj. Sementara Raj sendiri gak menyadari keberadaan Pooja. Nahloh. Kisah semakin rumit ketika orang tua Raj dan Tina memutuskan keduanya untuk segera menikah setelah Raj mengetahui kalau Poojalah orang yang selama ini emailan sama dia. Nahloh. Gimana selanjutnya? Ya, nonton aja. Hehehe
source: google
Emang sih, ceritanya standar. Ya namanya juga film taun segitu. Terus penuh tarian, nyanyian, dan durasi yang lama banget (hampir setara dengan Avengers Infinity Wars lol). Tapi, saya sih gak ngerasa bosen. Emang ada beberapa adegan yang sumpah gregetan banget dan ada adegan yang gak mungkin terjadi di dunia nyata (plis, bukan adegan nari-nari atau nyanyi-nyanyian di tengah ujan), tapi so far so good lah. Kisah cinta segitiga dengan sahabat gak terlalu klise banget, malah menyakitkan unch.
source: google
Kalo menurut saya, di sini tokoh Pooja yang keliatannya menghargai persahabatan banget malah seperti merendahkan sahabatnya sendiri. Maksudnya, ya harusnya bilang gitu, jujur ada masalah apa, jangan dipendam sendirian gitu. Kan bisa bersaing secara fair untuk dapetin Raj. Udah gitu dia bilang, gak mau Tina ngerasa kehilangan lagi kalau Raj sama dia (ups, spoiler), lah kan bisa dibicarain makanya dari awal kalo dia demen sama Raj. Kalo ditanyain jawabnya, gak suka sama Raj mulu. Padahal demen hahaha.
source: indiafm
Karakter Tina juga awalnya bikin kesel, tapi endingnya bikin saya tersenyum. Kalo saya jadi Tina mungkin saya bakal benci Pooja. Bukan karena dia merebut Raj dari  saya (ups, spoiler lagi) tapi karena dia merendahkan saya, dengan berpikir saya bakal stres dll kalo Raj menghilang dari saya. Lah, kan ada Pooja dan keluarganya yang bisa menemani Tina, kenapa dia berpikir senegatif itu? Ups.
source: indiafm
Udah gitu, Rajnya juga masa cepat banget pindah hati pas tau dia bukan Tina yang sering ngirimin email? Pas pertama kali ketemu, dia langsung suka sama Tina yang cantik (tapi Rani Mukherjee masih terlihat jauh lebih cantik di mata saya eak). Perasaannya langsung menggebu-gebu ke Tina. Terus, dia deket sama Pooja kan ya untuk konsultasi soal Tina, tapi dia masa gak ngerasa 'feeling familiar' gitu loh sama Pooja? At least, sifatnya Pooja gitu. Ini beneran tutup mata ngabain si Pooja aja, ngejar-ngejar Tina yang jelas-jelas sifatnya beda banget pas di email. Huf kzl. Untung ganteng si Raj hahaha.
source: indiafm
Sejauh ini, adegan kesukaan saya adalah pas nyanyi The Medley ituloh. (kalau kepo yang mana, bisa nonton di sini). Kalo zaman now mungkin bilangnya kayak riff off ya, sambung-sambungan lagu buat mengekspresikan perasaan. Di situ duh, rasanya mau jejeritan saking gregetannya hahaha. Selain itu, saya juga suka pas awal-awal Raj baru dateng ke India (videonya di sini). Musiknya enak banget hahaha.

Rating: 3,5/5

Btw kalau mau nonton bisa nonton di lk21. Ini film lumayan rekomen. Gak terlalu apa-apa nari, apa-apa nyanyi sih. Seru deh.
source: google

Selasa, 19 Desember 2017

Tulisan Kosong: Digital Fashion Week 2017 Jakarta

source: google
Ceritanya beberapa hari lalu, saya datang ke acara Digital Fashion Week 2017 Jakarta--dari kerjaan sebenarnya. Awalnya saya sempat bertanya-tanya juga, kenapa Digital Fashion Week? Apa hubungannya?
source: google
Setelah berbincang-bincang, event yang diadakan sejak 2012 silam ternyata adalah (katanya) fashion week pertama yang tayang live streaming. Berbeda dengan fashion week lainnya yang pernah saya tonton (gayak bet), di Digital Fashion Week para pengunjung dan penonton bisa langsung membeli baju-baju yang diperagakan! (wow)
source: google
Emang sih saya gak belum sanggup buat beli, tapi ya emang itu kan tujuan dari fashion week? Untuk memasarkan produk atau nama desainer itu, gak hanya sekedar ajang pamer baju atau koleksi terbaru? (eh iya gak sih?)
Di Digital Fashion Week 2017 Jakarta ada sekitar tujuh desainer/brand yang hadir di acara hanya dilangsungkan selama tiga hari di La Moda, Plaza Indonesia. Ada fashion forum juga dan workshop, tapi saya datang pas fashion shownya aja (hehe).
source: google
NOTE: INI TULISAN OMONG KOSONG DAN AMATIR SAYA. MURNI PENDAPAT DAN PEMIKIRAN SAYA SENDIRI. GAK ADA EMBEL-EMBEL DENGAN PIHAK TERTENTU.

Fashion show pertama dibuka dengan penampilan dari Harry Halim. Desainer yang namanya udah besar duluan di Paris, Perancis ketimbang di Indonesia (atau saya yang kudet ya). Koleksinya berjudul 'Les Fleus du mal' yang dalam bahasa Perancis artinya 'flowers of evil', 'bunga-bunga kejahatan'. Koleksinya dinominasi warna hitam dan sedikit warna merah.

Saat pertama kali saya melihat koleksinya, yang saya rasakan adalah nuansa vampy yang begitu kental. Jadi semacam vampy, gothic, dark, beauty, gitulah. Musiknya menambah nuansa vampy itu. Terus ada juga beberapa busana yang sekilas terlihat kayak 'ashes' yang membuat saya langsung terpikir beauty from hell haha.

Kata seorang teman, memang itu yang berusaha ditonjolkan dari sang desainer. Kecantikan dari kegelapan. Duh, keren banget deh koleksinya tapi sayang kayaknya gak akan cocok kalo saya yang pake haha. Karena mostly almost transparent.

Penampilan selanjutnya, desainer asal Thailand yang namanya besar di Afrika Selatan. Karya keren banget juga. Musiknya membuat saya dibawa ke alam Afrika. Pas nonton shownya juga saya berasa melihat 'SOUTH AFRICAN TRIBE IS HERE!' LOL
 

Kebanyakan motifnya dia tema alam gitu. As you can see. Rasanya kalo ketemu sama Chu pengen bilang, "YOU ARE GREAT FOR BRINGING SOUTH AFRICAN TRIBE IN HERE" LOL.

Show hari selanjutnya, saya sempat nonton sebentar karya murid-murid dari Raffles Institute. Karena saya masih awam dan mungkin mata saya seliwer, saya gak menangkap sesuatu yang spesial dari karya-karya mereka. Saya gak menangkap apa yang mereka coba tunjukkan dalam karya tersebut. 

Oke, kecuali satu orang. INK.

Dari pertama karyanya muncul, saya langsung nangkap kalau dia ingin menampilkan sesuatu yang klasik ala abad pertengahan namun dengan gaya yang modern. Lucu deh karyanya yang didominasi warna putih. Pokoknya desain baju klasik zaman dulu dengan pesona yang elegan tetapi dari karyanya ini menonjolkan sisi maskulin, beda kan sama baju-baju abad pertengahan perempuan yang menonjolkan feminitas mereka tapi ini maskulinitas! Kerenlah.

Hari terakhir, saya penasaran dengan desainer asal Vietnam, Betty Tran, yang lewat booklet yang dikasih, karyanya lucu. Gaun-gaun dengan warna soft yang mengingatkan saya dengan gaun rancangan Barli Asmara (halah).

Betty Tran menampilkan gaun-gaun yang mostly berbahan tulle (eh iya bukan sih, tulle?). Ia tidak banyak menggunakan warna, yang ia gunakan mostly putih, hitam, merah, silver, dan pink nude. Yang unik, di setiap gaun ada potongan gambar bibir gitu. Saya gak nangkep dia coba menampilkan apa dan apa temanya (hehe).

Digital Fashion Week 2017 Jakarta ditutup dengan mengagumkan oleh rancangan David Tlale yang mencoba membawa Afrika ke Jakarta. Vibe-nya dapet banget. Warna yang dia tampilkan warna-warna yang menurut saya nyentrik, seperti hijau terang, atau pink fanta. Seolah ingin memperkenalkan ke masyarakat Indonesia, "HEY, WE ARE AFRICAN!". Karyanya benar-benar memukau saya dengan ceritanya.



Yah, begitulah. Adanya Digital Fashion Week 2017 ini membuka wawasan saya secara gak langsung tentang fashion. Yang ternyata berbeda sekali antara desainer lokal dan internasional (yaiyalah!). Entah waktu Jakarta Fashion Week kemarin saya lelah atau gak fokus, dsb, saya kurang mendapatkan maksud dari rancangan yang ditampilkan (atau bisa jadi karena saya masih awam banget juga). Maksudnya, meskipun para desainernya sudah menjelaskan tentang rancangannya tetapi saya belum mendapatkan vibe seperti yang saya dapatkan dari Digital Fashion Week ini. Apa karena mereka desainer internasional ya?

Namun sayangnya, penyelenggaranya masih belum siap. Selain acaranya ngaret (yang mana udah biasa sih), Digital Fashion Week 2017 Jakarta ini terbilang sepi banget. Mungkin karena perdana di Indonesia kali ya. Well, let's see next year.

Maju terus industri fashion Indonesia!

All photos: Credit to Digital Fashion Week #DFWjkt #digitalfashionweek

Kamis, 23 November 2017

Review Kosong: Sex And The City

source: google
Judul: Sex And The City (1998-2004, 2008, 2010)
Jumlah episode: 64 episode (6 season dan 2 film)
Sutradara: Michael Patrick King
Pemain: Sarah Jessica Parker, Kim Cattral, Kristin Davis, Chynthia Nixon, Chris Noth
Genre: Romance, Comedy, Drama, Friendship
Berdasarkan novel berjudul sama karangan Candance Brushnell


Pertama kali saya nonton film Sex and the City (SATC) waktu SMP. Waktu itu lagi masa-masanya nakal dengan pergolakan batin yang kuat(?). Awalnya saya kira SATC adalah film porno (I judge from its title lmao). Akhirnya saya tonton dan cuman berhasil setengah jam karena disuruh pulang haha (saya nonton bareng teman). Kemudian bertahun-tahun kemudian, saya tertiba ingin menonton SATC lagi. Saya pun mencari filmnya dan nonton.
hehehe
source:google
15 menit pertama sukses membuat saya banjir air mata.
huhuhuhuhuu;;
source:google
Carrie Bradshaw, wanita berusia 40 tahunan yang membina hubungan putus-nyambung dengan Mr Big akhirnya memutuskan untuk menikahinya. Tetapi pernikahan belum dilangsungkan, Mr Big memilih untuk pergi karena keraguan akibat dua pernikahan yang gagal sebelumnya. Carrie pun berusaha move on dari kejadian tersebut.
source:google
Samantha Jones, seorang PR terkenal yang tidak percaya pada ikatan pernikahan dan cinta berhasil melabuhkan hatinya pada Smith Jerrod. Ia yang merupakan penganut kebebasan harus memusatkan dirinya pada satu orang pria yang makin sibuk mengejar karirnya. Jiwa Samantha pun beradu.
source:google
Miranda Hobbes, pengacara hukum yang memutuskan untuk tinggal di Brooklyn, membangun keluarga kecilnya bersama Steve dan Brady. Pengakuan mengejutkan hadir ketika Steve bilang bahwa ia telah tidur dengan wanita lain.
source:google
Yup, SATC sukses menyajikan permasalahan seputar yang dihadapi oleh seorang wanita kebanyakan. Seperti yang dialami Carrie dan Big, apakah pasangan yang hendak dinikahi ini orang yang tepat?

Gimana kalau ternyata kita salah memilih orang? Gimana kalau ternyata dia berbeda dari apa yang kita kira? Atau permasalahan Samantha, ketika kita mencintai seseorang apakah kita harus merelakan diri kita yang sesungguhnya? Daaan....jika pasangan berbuat kesalahan, bagaimana menyingkapinya?
Karya yang menakjubkaaan menurut saya pribadi. Masalah dan pemecahan masalahnya dapet banget. Saya suka banget sampai suka merekomendasikan film ini ke teman-teman saya di kampus tapi kebanyakan pada mikirnya yang aneh-aneh haha.
source:google
Lanjut, setelah film pertama oke banget. Saya pun nonton film keduanya. Sex and the City 2 (SATC 2). Kalau yang pertama lebih ke arah detik-detik sebelum menikah, yang kedua bercerita tentang setelah menikah.

Ya, Carrie dan Big menikah. Problematika mereka adalah ternyata Big tidak sesempurna yang ia kira. Banyak tingkah laku Big yang belum Carrie ketahui sebelumnya muncul setelah pernikahan dan Carrie tidak terbiasa akan hal itu. Merasa akan ketidakcocokan ini, Carrie pun meminta waktu dua hari setiap minggunya untuk memiliki "me time". Di sisi lain, Big pun merasa perlu memiliki "me time" sendiri.
source:google
Charlotte York yang memiliki dua buah hati, Lily dan Rose, mempekerjakan seorang pengasuh yang malah membuatnya merasa tidak aman karena takut suaminya tergoda. Di sisi lain, setelah lama mengharapkan memiliki buah hati, ia pun berusaha menjadi ibu yang baik. Tapi ternyata gak semudah itu.
source:google
Dan Samantha yang berurusan dengan menopause. Ia pun berupaya agar suplemen yang dikonsumsinya mampu membuatnya tetap 'muda', namun saat dibawa ke Abu Dhabi ternyata suplemen itu dianggap ilegal.
source:google
Memang film yang kedua ini tidak sebagus yang pertama karena tema yang diangkat sebenarnya cukup oke, tapi dikemas dengan kurang menarik. Jadi masalahnya cenderung campur aduk dan kurang ngena buat saya.

Dari situ saya mulai penasaran dengan serial televisinya yang mulai tahun 1998 hingga 2004. Ada sebanyak 6 seasons dengan sekitar 12 episode di setiap seasonnya. Episode pertama season satu memperkenalkan para tokohnya, Carrie, Miranda, Charlotte, dan Samantha. Empat orang sahabat di usia 30-an dan masih single. Kecuali Charlotte, mereka bertiga sama sekali tidak memikirkan soal hubungan atau pernikahan. Kemudian setiap episodenya pun mulai memunculkan beragam macam permasalahan yang umumnya terjadi pada wanita. Pokoknya seru banget. Gak salah kalau ada orang yang bilang kalau SATC adalah kitab suci para wanita. Lupakan soal seks, ini tentang relationship among friends, family, lovers, and society.
goals!
source:google
Saya dapat banyak sekali pencerahan dari SATC. Favorit saya? Samantha Jones. Ia benar-benar menggambarkan sosok wanita independent yang gak ingin dirinya--atau wanita berada di bawah kaum pria. Saya ingat betul sebuah adegan ketika ia melamar di sebuah hotel untuk jabatan Public Relation dan si empunya hotel itu merendahkan Samantha karena jenis kelaminnya, bahwa ia takkan bisa melakukan tugasnya dengan baik karena ia seorang wanita. Di situ, Samantha yang biasanya kuat dan mandiri, tiba-tiba merasa lemah dan menangis (seorang Samantha Jones menangis!!). Hal ini merupakan sebuah tamparan bagi masyarakat dan orang-orang yang memandang rendah seseorang karena jenis kelaminnya. Ini bukan lagi zaman pria berada di atas wanita, tapi pria dan wanita memiliki kedudukan yang sejajar. Go, feminist!
source:google
Satu pelajaran lagi yang didapat dari Samantha Jones yaitu betapa pun mencintai seseorang jangan sampai kehilangan jati dirimu.
(*itu pesan yang didapat dari film SATC pertama btw,)

Rating:
SATC 1: 4/5

SATC 2: 3.4/5
Serial TV: 4.7/5


(novelnya belum baca, mungkin nanti akan update kalau udah baca novelnya *wink)
source:google

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
UPDATED:
(12/04) Ada sebuah wacana di beberapa situs luar negeri tentang adanya kemungkinan SATC 3. Namun sayangnya, Kim Cattrall pemeran Samantha Jones menolak keikutsertaannya dalam proyek yang disebut-sebut sebagai akhir dari SATC. Banyak pihak menyayangkan keputusan Kim ini namun banyak pula yang mendukung Kim karena mengingat buruknya film SATC 2. Beberapa aktris lainnya seperti Kristin Davis dan Willie Garson juga merasa kecewa namun tetap menunjukkan sikap positif dari tidak akan adanya SATC 3 ini.
Dan saya jujur aja merasa kecewa dengan keputusan Kim ini. Ada beberapa fans yang menyarankan agar pemeran Samantha diganti atau 'dimatikan', tetap SATC gak akan lengkap rasanya kalau gak ada Samantha. Beberapa fans juga berspekulasi bahwa alasan Kim tidak ingin ikut proyek SATC 3 dikarenakan ingin lebih dikenal dengan karya terbarunya ketimbang kembali menjadi Samantha Jones yang membuatnya dikenal seluruh dunia. Tapi tetap aja, hal itu membuat kecewa para fans SATC termasuk saya T-T
Semoga cuman gimmick haha (meskipun mustahil).

Jumat, 07 Juli 2017

Tulisan Kosong: 15 Minutes

Cerita ini hanya fiksi. Sebelumnya sudah saya post di wattpad, dan lagi ini merupakan re-make cerpen saya yang berjudul "45 minutes" yang kebetulan pernah saya post di Facebook pribadi saya. Hehe

Sebenarnya aku dan pria itu bukan teman sungguhan. Kami hanya berteman di media sosial bernama Facebook. Waktu itu aku melihat foto profilenya (yang tampan) dan memutuskan untuk mengirim permintaan pertemanan tanpa berpikir dua kali. Berharap mungkin ia akan mengirimiku pesan dan kemudian kita akan berbincang dan berjodoh (haha). Namun ternyata saat ia sudah menerima permintaan pertemananku dan aku stalk akunnya, ia sudah memiliki pacar (T-T). Seorang gadis berkulit putih bersih yang pokoknya jauh lebih cantik dariku. Semenjak itu, niat untuk mengiriminya pesan menghilang begitu saja.

Waktu semakin berlalu hingga aku melupakan akun Facebookku karena sibuknya urusan kuliah dan menariknya akun media sosial lain. Namun herannya hasratku ingin membuka akun itu kembali mencuat malam itu. Aku pun segera login dan melihat pria itu online. Aku tertawa dalam hati. Aku dulu sempat tertarik pada pria itu dan akhirnya setelah sekian lama berteman (di Facebook) tidak pernah mengatakan apapun padanya. Dan entah kenapa, mungkin karena tidak memiliki perasaan lagi, malam itu aku berniat untuk mengomentari status Facebooknya.

Dia: My life is totally over.

Tulisnya. Sepertinya ia sedang galau. Putuskah?

Aku: Why?

Aku membalasnya.

Dia: Nothing.

Aku: Then why'd you write this? Do you want to talk about it?

Dia: Nope. I'm okay.

Tiba-tiba gadis lain yang bernama Rina ikut mengomentari statusnya.

Rina: C'mon, there is plenty fish in the sea! Breaking up is just a phase!

Dan komentar lainnya kembali bermunculan.

Teman1: Breaking up doesnt mean the world is over. Please, dude.

Dia: Haha, who wants to stay with me?

Dia: I know, bro. Nvm

Teman2: Why you don't answer my call?!

Dia: My phone is dying.

Teman2: Charge your phone then!

Dan komentar pun berhenti. Ternyata ia benar putus dengan pacarnya. Aku terkekeh, inikah pertanda kenapa aku sangat ingin membuka akun Facebookku malam ini? Karena ia baru saja putus dan MUNGKIN ada kesempatanku untuk masuk? Lol

15 minutes is not enough actually

Ia kembali menulis status Facebook. Apa maksudnya?

Aku: What do you mean?

Dia: Nothing.

Aku: ???

Dia: ???

Aku: I'm curious lol

Dia: Curiosity kills the cat

Aku: Lol I'm not going to kill the cat

Dia: That's not what I mean lmao

Aku: I know what you mean, I'm just messing around lol

Aku: You seemed blue

Dia: I prefer black or grey lol

Aku: What is it?

Dia: Nothing for real

Dia: If you only could to love one person till death, would you live when that person is gone?

Aku terdiam cukup lama. Jawaban apa yang ia inginkan?

Aku: No.

Dia: Haha, why is that?

Aku: Well, what's the reason to live then? I mean, if I could love other person it would be good, but I can't so basically, it would torture me. My life is full of misery lol

Dan ia tidak membalas lagi komentarku. Mungkin jawabanku klasik. Tapi, aku tidak tau jawaban apa lagi yang lebih bagus untuk itu. Aku menengok kearah jam dinding yang tergantung di kamar, sudah pukul 1 malam lewat 6 menit. Segera ku logout akun Facebookku dan tidur.
--
Sejak hari itu aku tidak pernah melihat ia online karena ia tidak mengupdate status Facebooknya lagi ataupun membalas komentarku malam itu. Sebuah notifikasi dari Facebook masuk. Hari ini hari ulangtahun pria itu. Segera kubuka profil Facebooknya untuk mengirimkan ucapan selamat ulangtahun dan seseorang bernama Rina sudah terlebih dahulu melakukan hal tersebut. Namun pesannys membuatku tercengang.

Sebuah foto batu nisan dengan nama pria itu dan pesan yang bertuliskan:

Today is your birthday, bro. Happy birthday. It's been two months already. I miss you but I love you.

Tanganku langsung bergetar. Dua bulan. Dua bulan yang lalu ia meninggal. Tepat saat ia tidak membalas komentarku malam itu. Dengan spontan, aku segera mengirim pesan pada pemilik akun Rina.

Aku: Sorry, I saw what you sent to his wall. Is he really died?

Rina: I'm sorry, who are you?

Aku: I'm sorry, I'm just his friend, I commented his status but he never replied, I wonder what happened to him.

Rina: Well, he died two months ago.

Aku: For real? What happened?

Rina: He commited suicide. He was depressed for the past few weeks after breaking up with his girlfriend.

Rina: Ah, you are the last girl who talk to him before he died.

Rina: I'm not making you feel guilty or what.

Rina: I wonder if you could give him a proper answer back then.

Rina: Probably you could save him.

Rina: No offense.

Dengan cepat aku segera logout dari akun Facebookku. Dan ingin rasanya menghapus percakapanku dengan Rina. Sungguh, apa maksudnya mengatakan hal itu?

Penasaran, aku kembali membuka akun Facebookku dan Rina mengirimiku sebuah pesan. Sebuah foto sebenarnya. Sebuah foto yang berisikan sebuah tulisan tangan diatas sebuah kertas yang ditulis dengan spidol merah.

Who could live in the world if the one you love is gone? I have no reason in life.